INFO MARKAS

Berita

Tulisan

Kegiatan

Fenomena Seks Bebas pada Kalangan Remaja di Kota Makassar

https://image.slidesharecdn.com/pergaulanbebasremajadiindonesia-160419213718/95/pergaulan-bebas-remaja-di-indonesia-7-638.jpg?cb=1461101943
Remaja saat ini sudah tidak malu-malu lagi berhubungan seks meski belum menikah. Bahkan, tanpa rasa risih sedikitpun. Berdasarkan hasil temuan resmi, kini usia anak pacaran semakin muda dibanding 10 tahun yang lalu. Parahnya, perilaku pacaran anak sekarang semakin agresif, sudah mengarah berhubungan seks. Berdasarkan kutipan data-data dari berbagai sumber, termasuk data resmi yang dikeluarkan oleh lembaga bentukan pemerintah, yakni Komisi Nasional Perlindungan Anak, remaja putri tercatat 62,7 persen sudah tidak perawan. Sedangkan 21,2 persen dari para ramaja putri tersebut mengaku pernah melakukan aborsi. Angka ini diambil dari 4.726 responden siswa SMP/SMA di 17 kota besar. Menurut data tersebut, perilaku seks bebas remaja tersebar hampir merata di kota dan di desa dengan ekonomi kaya dan miskin. Para remaja putri tersebut mengaku melakukan hubungan seks pranikah dengan tanpa alat kontrasepsi. Dari 100 remaja putri pelajar dan mahasiswa hasilnya 80 persen remaja melakukan atas dasar suka sama suka, 10 persen yang melakukan karena tidak mau dikatakan kurang pergaulan, dan 10 persennya lagi melakukan karena atas dasar sayang kepada sang pacar.

Fakta ini menjadi kuat dengan disertasi Direktur Rumah Sakit Ibu Anak Siti Fatimah, dr Leo Prawirodihardjo yang melakukan penelitian ‘Perilaku Seks Bebas Remaja di Kota Makassar’. Kota Makassar sebagai kota metropolitan makin marak dengan perilaku seks bebas. Indikasinya jelas, dari hampir 4.000-an penderita AIDS di Sulsel, sekitar 3.134 penderita atau sekitar 80 persen berada di Kota Makassar. Bahkan Kota Makassar, disebut masuk peringkat tiga kota penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, setelah Jayapura dan Jakarta.

Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Soppeng ini meraih IPK 3,62 usai melakukan ujian promosi doktor di Aula lantai 5 Kampus Program Pascasarjana (PPs) UNM. Dalam disertasinya, ia mengungkapkan perilaku seks bebas dikalangan remaja saat ini sangat memperhatinkan. Olehnya itu, peran orang tua dengan melakukan langkah preventif diharapkan dapat menekan perilaku tersebut. Menurutnya, perilaku seks bebas di kalangan remaja dilatarbelakangi banyak faktor, yakni kontrol sosial yang keliru, yaitu kontrol yang terlalu ketat atau terlalu bebas, intensitas pertemuan remaja yang sedang menjalin hubungan asmara yang terlalu sering, pihak keluarga yang tidak siap dalam mendidik anak memasuki fase remaja dan status ekonomi serta  pengaruh dari lingkungannya yang termasuk teman-teman sebayanya.

Hal yang paling berpengaruh sebenarnya adalah peran orang tua yang kurang mengontrol anak-anak remajanya dalam bergaul. Itu adalah kesalahan yang paling fundamental. Di Makassar perilaku seks bebas remaja presentasenya sudah sangat tinggi yang juga memicu penyebaran virus HIV AIDS di kota Makassar secara endemik. Jumlah penderita HIV AIDS di Makassar tiap tahun selalu saja meningkat yang didominasi remaja. Menurutnya, untuk mengetahui perilaku seks bebas remaja dapat diketahui dengan empat indikator pengukur yakni ruang lingkup pengetahuan, lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka, harmonisasi keluarga dan norma sosial.

Ada beberapa upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi dan mencegah perilaku seks bebas di kalangan remaja, yaitu sebagai berikut :
  1. Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun, dan harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anaknya sehingga dapat membimbing ketika ia sedang menghadapi masalah.
  2. Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
  3. Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
  4. Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.
  5. Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
  6. Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
  7. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 
  8. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  9. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  10. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
  11. Lembaga-lembaga pemerhati remaja sebaiknya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan seks bebas dan bahayanya. Agar remaja mengetahui dampak dari perilaku seks bebas yang dilakukan. Karena biasanya remaja melakukan perbuatan yang menyimpang atas dasar mencoba-coba. Kurang pengetahuan tentang perilaku-perilaku menyimpang termasuk seks bebas yang terjerumus kedalam pergaulan bebas.

Referensi
Http://Rakyatsulsel.Com/Mengintip-Perilaku-Seks-Bebas-Yang-Makin Tinggi.Html#Sthash.Mljfzl75.Dpuf
Http://Www.Academia.Edu/7492454/Seks_Bebas_Di_Kalangan_Remaja_Dan_Upaya_Pencegahannya


IRMAWATI PUTRY
KSR-UH.XX.008

Merajut Asa untuk Setitik Harapan di Tanah Bentong



Pembukaan Aksi Relawan 2017
Markas News - Desa Bulo-Bulo secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Pujananting Kebupaten Barru namun secara geografis Desa ini sangat dekat dengan wilayah Kabupaten Pangkep sehingga jika anda berada di Makassar dan hendak menuju ke desa ini disarankan untuk lewat Pangkep ke arah Tonasa 2 akan lebih singkat ketimbang menuju Kabupaten Barru kemudian belok ke Buludua jarak tempuhnya bisa 2-3 kali lebih jauh. Desa yang tidak lama lagi mengadakan PilKades ini memiliki tujuh Dusun. Dusun Passengareng, Dusun Lappatemmu, Dusun Labaka, Dusun Maroanging, Dusun Panggalungang, Dusun Rumpiae dan Dusun Palampang. Dari ketujuh Dusun itu ada tiga Dusun yang lokasinnya cukup jauh dan akses kesana terbilang cukup sulit yaitu Dusun Labaka, Dusun Maroanging dan Dusun Panggalungang. Jika anda pernah membaca buku mengenai etnis-etnis di Sulawesi Selatan maka tentu anda tidak asing lagi dengan Masyarakat To Balo dan To Karibo masyarakat yang lahir dengan anugerah yang berbeda dari Allah S.W.T ini bermukim di Desa Bulo-Bulo tepatnya di Dusun Maroanging dan Dusun Labaka. Secara umun penduduk di Desa ini berprofesi sebagai petani dengan sawah tada hujan sebagai lahan garapan ada juga hasil perkebunan yang lain namun belum digarap secara maksimal oleh pemerintah Desa dan Kabupaten. Dibidang pendidikan, dari tujuh Dusun yang ada hanya Dusun Lappatemu yang memiliki Sekolah dalam kategori layak baik itu dari segi fasilitas ataupun tenaga pendidik. Beda halnya dengan sekolah yang ada di Dusun lain, Dusun Panggalungan misalnya. Di Dusun ini selain kondisi bangunan yang memprihatinkan tenaga pengajarpun menjadi kendala utama. “memang ada staf pengajar disini namun mereka tinggal di daerah Pujananting yang jaraknya puluhan kilo meter serta akses dari sana menuju ke dusun ini masih jauh dari kata layak bahkan ketika hujan deras turun air sungai akan meluap sehingga memutus akses dari dan menuju Dusun ini” Kata Ulla (salah satu anggota KSR PMI UNHAS yang bergabung dalam komunitas Sokola Kaki Langit).


Pembukaan Aksi Relawan (AR) 2017
Aksi relawan adalah salah satu program kerja tahunan yang dijalankan oleh organisasi KSR PMI UNHAS. Kegiatan yang berbasis pengabdian pada masyarakat ini memiliki tiga indikator yang dijadikan tolak-ukur dalam penentuan item kegiatan yaitu kesehatan, pendidikan dan pertanian. Namun tidak menutup kemungkinan ada indikator lain yang bersifat insidentil yang patut untuk diperhatikan. Indikator-indikator ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memutuskan apakah wilayah atau desa bersangkutan layak untuk menjadi lokasi kegiatan Aksi Relawan atau tidak. Di tahun ini berdasarkan pertimbangan dari tim Survey Lokasi AR 2017, KSR PMI UNHAS memutuskan memilih Desa Bulo-Bulo di kecamatan Pujananting Kabupaten Barru sebagai lokasi kegiatan. Aksi Relawan tahun ini di ketuai oleh Novia Tri Ansari adalah mahasiswa Jurusa Sastra Inggris angkatan 2014 dengan mengusung Tema Merajut Asa Untuk Setitik Harapan di Tanah Bentong. “Selamat datang di desa Bulo-Bulo selamat berkegiatan dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan lainnya yang tak kalah bermanfaat”. Itulah sepenggal kata dari Perwakilan Desa Bulo-Bulo yang menandai dimulainya acara Aksi Relawan 2017 secara resmi pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 yang bertempat di SD INPRES 24 Lappatemmu. Pembukaan yang berlangsung hikmad ini juga turut di hadiri oleh Iman dusun Lappatemmu, ibu Bidan dan kepala dusun yang ada di desa ini.  Plt Desa Bulo-Bulo sendiri belum sempat hadir sebab beliau masih berada di kantor Kabupaten dalam rangka penyusunan anggaran Desa. Dalam sambutannya ketua panitia menegaskan bahwa selama dua hari kedepan dari 27 hingga 28 Oktober 2017  KSR PMI UNHAS akan berkegiatan di desa ini dengan item kegiatan meliputi penyuluhan pertanian, penyuluhan kesehatan, pembuatan Bio Gas, pemeriksaan kesehatan dan Sirkumsisi.
Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan, Pemeriksaan kesehatan dan Sirkumsisi
Selapas acara pembukaan dimulailah kegiatan AR. Di hari pertama diadakan penyuluhan Tanaman Obat Keluarga oleh Wahyudin, Penyuluhan Pertanian Oleh Hamiri (ketua KSR PMI UNHAS) dan Rahmat Wunangkolu dan Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak SD oleh Nisa dan Novi. Masyarakat cukup antusias dalam mengikuti penyuluhan ini utamanya untuk penyuluhan TOGA dan Penyuluhan pertanian. Masyarakat sesekali mengajukan pertanyaan untuk hal-hal yang kurang dipahami. Penyuluhan Toga Sendiri menitik beratkan pada upaya pemanfaatan lahan pekarangan warga yang kosong agar dimanfaatkan sebagai tempat menanam tanaman-tanaman Obat selain itu untuk memparkenalkan berbagai macam jenis tanaman serta manfaatnya dalam bidang kesehatan. Untuk Penyuluhan pertanian pemateri menfokuskan pada pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai di sekitar tempat tinggal warga seperti batang pisang, daun pohon gamal, gula merah dan air beras. Di gedung yang terpisah pemateri PHBS Novi dan Nisa terlihat sibuk memberikan arahan kepada anak-anak SD agar tertib dalam mempraktekkan cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar. Mereka sangat antusias mengantri agar mendapat giliran mencuci tangan dan bersikat gigi. Namun yang namanya anak SD Selalu saja jahil dengan teman-temannya sehingga membuat suasana menjadi gaduh untung saja teman-teman panitia memiliki cara-cara yang ampuh untuk mengatasi kegaduhan anak SD salah satunya dengan mengajak berfoto ataupun bernyanyi bersama.

Pemeriksaan Kesehatan
Tim Bantuan Medis dari HMI Komisariat Kedokteran Unhas
Dihari kedua kegiatan AR dilanjutkan dengan kegiatan PHBS Rumah Tangga oleh Putri dan penyuluhan tentang pembuatan bahan bakar Bio Gas menggunakan kotoran ternak oleh Farhun. Terkhusus untuk pembuatan Bio Gas peserta cukup serius memperhatikan langkah-langkah pembuatan yang dipaparkan oleh pemateri “kotor namun bermanfaat” guman salah satu peserta sambil tersenyum. Ditempat terpisah sedang berlangsung pemeriksaan kesehatan dan sirkumsisi atau sunatan massal. Dalam kegiatan ini KSR PMI UNHAS menjalin kerja sama dengan tim Medis dari HMI komisariat Kedokteran Unhas. Dengan melibatkan 15 orang tenaga medis dari HMI yang kemudian dibagi menjadi dua tim. Satu tim untuk pemeriksaan kesehatan dan satu tim untuk sirkumsisi. Kegiatan ini dimulai dari pukul Sembilan sampai dengan pukul empat sore waktu setempat. Untuk pasien yang disirkum sebanyak 35 anak yang terdiri dari anak SD dan SMP. Sedangkan untuk pemkes total pasien sebanyak 43 orang.
Sirkumsisi

Malam penutupan dan pertandingan Domino
Dua hari berkegiatan di Desa Bulo-Bulo akhirnya sampailah pada penghujung kegiatan, untuk mengakhiri kegiatan ini dalam suasana keakraban dan juga atas pertimbangan warga, maka panitia berinisiatif untuk mengadakan acara penutupan yang dirangkaikan dengan pertandingan domino. Cuaca malam itu cukup bersahabat seakan memberikan kesempatan kepada keluarga besar KSR PMI UNHAS untuk bersua-ria dengan warga di Desa Bulo-Bulo. Satu persatu warga berdatangan kesekolah untuk mengikuti acara penutupan AR sekaligus mendaftarkan diri mengikuti pertandingan domino. Dimalam terakhir ini ketua KSR PMI UNHAS dalam sambutannya menghaturkan rasa terimasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan AR tahun ini “utamannya untuk pemerintah Desa Bulo-Bulo yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk digunakan dalam berkegiatan”. Tutur ketua KSR mengakhiri malam penutupa Aksi Relawan 2017.

Sampai Jumpa di Aksi Relawan 2018
M.YUSUF WEANDARA

Tim Medis: Fajar Road To Jawa Pos Fit Makassar

Delegasi Tim Medis Fajar Road To Jawa Pos Fit Makassar

Volunter Futsal Cup 2017





Pada hari sabtu-minggu, tanggal 7-8 oktober 2017, bertempat di lapangan basket PKM Universitas Hasanuddin, Teamwork Harla ke-26 KSR PMI UNHAS telah melaksanakan kegiatan Volunteer Futsal Cup sebagai salah satu rangkaian kegiatan Harla ke-26 KSR PMI UNHAS.


Dengan menjunjung tema kegiatan Harla ke-26 yaitu Harmonisasi Kebersamaan, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi seluruh peserta dan panitia untuk menjadi lebih akrab dan mengenal  satu sama lain.


Kegiatan ini merupakan kompetisi futsal dengan sistem setengah kompetisi dilanjutkan babak knock out. Peserta VFC adalah KSR se-kota Makassar dan Potensi SAR Unhas. Ada 8 tim yang menjadi peserta dalam kegiatan Volunteer Futsal Cup, dan menghasilkan KSR PMI Unit 105 Univ. Bosowa sebagai juaranya melalui 12 pertandingan.


“Di dalam lapangan, kita adalah lawan. Tapi diluar lapangan kita adalah kawan”, begitulah kutipan dari sambutan Ketua Umum KSR PMI Unhas, Muh. Hamiri. “Diharapkan setiap hal yang kita lakukan dalam kegiatan ini akan kembali lagi ke tujuan utama kita yaitu kebersamaan”, lanjutnya. Dalam kegiatan ini, beliau mengharapkan peserta mampu menjunjung tinggi sportifitas dan tetap mengutamakan kebersamaan mengingat sudah sangat jarang kegiatan bagi anggota KSR se-kota Makassar diadakan sehingga sangat penting untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya.


Kedepannya, akan dilaksanakan kegiatan Family Gathering dan Malam Puncak sebagai rangkaian kegiatan Harla Ke-26 lainnya.

Penerimaan Anggota Baru KSR PMI UNHAS Angk. XXIV


PENGAMBILAN FORMULIR
5 - 19 NOVEMBER  2017
Gedung PKM 1 Lt 2 Kampus Unhas-Tamalanrea

Contack Person:
Dicky : 085399818215
Akmarina : 082292428054
Nunu: 085399754029

Open Donations Aksi Relawan 2017


Dalam rangka pelaksanaan Aksi Relawan KSR PMI UNHAS bertempat di Desa Bulo-Bulo Kabupaten Barru, Panitia Pelaksana Aksi Relawan 2017 membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam bentuk donasi sebagai berikut;

1. Buku Pelajara
2. Buku Bacaan
3. Pakaian Layak Pakai
4. ATK
5. Seragam Sekolah (SD, SMP)
6. Sepatu Sekolah

CP: Novia Tri Ansari (0823 4996 2509)
 
Back To Top