INFO MARKAS

Berita

Tulisan

Kegiatan

Bersaudara Tidak Mesti Harus Sedarah


keluarga besar KSR PMI UNHAS


Noi Siamo Tutti Fratelli-Kita Semua Sama dan Bersaudara. Kalimat legendaris yang tentu sudah akrab di telinga para relawan Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah. Termasuk relawan  KSR PMI UNHAS, organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan yang rasa kekeluargaan di dalamnya sangat kental.

Kesadaran akan adanya rasa kekeluargaan inilah yang membuat setiap anggota seharusnya memberikan kontribusi dan potensi terbaiknya untuk kemjuan organisasi. Memberikan kontribusi terbaik sama halnya dengan membahagiakan anggota keluarga yang lain selayaknya dalam keluarga yang sesungguhnya.

Tidak ada yang dapat mengikat anggota organisasi mahasiswa secara penuh, selain rasa kekeluargaan dan kepemilikan bersama atas organisasi.

KSR PMI UNHAS sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang semua anggotanya merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, berbagai disiplin ilmu serta berbagai karakteristik sifat dan perilaku, namun semua itu lebur menjadi anggota KSR PMI UNHAS.

KSR PMI UNHAS sejatinya organisasi yang dibentuk atas dasar ingin belajar, belajar menjadi relawan dan belajar banyak hal lainnya. Walaupun dalam belajar terkadang kita salah, tidak selalu benar. Namun tidak ada hak orang lain untuk menyalahkan seseorang yang sejatinya sedang belajar melainkan saling mengarahkan, menghargai, mengingatkan dan menyayangi.

Selamat hari keluarga
_29 MEI_

Bersinergi Membantu Sesama



Kamis (25/5/2017)-UTD PMI Kota  Makassar menyelenggarakan Family Gathering di Matrix Hall Kompleks Pantai Akkarena Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh Keluarga Besar UTD PMI Kota Makassar bersama dengan para koordinator Donor Darah di setiap instansi dan Korps Sukarela (KSR)  Se-Kota Makassar, turut pula hadir Ketua dan Koordinator Badan Perhimpunan Donor Darah Kampus (PDDK) KSR PMI UNHAS.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua UTD PMI Makassar dr. Sukmawati, dan dilanjutkan oleh beberapa motivasi pelaksanaan donor dari Pak Salam atau “Bang Salam” sapaan akrab beliau,

Donor Dong!

Donor Itu Gaya!

Siapa Kita? Siap Membantu Sesama!

Itulah beberapa Slogan penyemangat yang diulang–ulang Bang Salam yang menjadi slogan UTD dalam menarik minat para pendonor, khususnya para sukarelawan. Menurut Beliau, Donor Darah menjadi sebuah bentuk kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, kebutuhan darah sekarang sangat jauh berbeda dengan kebutuhan darah dulu, kalau dulu darah dibutuhkan 50–80 kantong darah, sekarang paling tidak dibutuhkan rata-rata 500 kantong darah perhari, sehingga Donor Darah menjadi kegiatan yang mestinya membudaya dalam masyarakat.

Apresiasi UTD PMI Kota Makassar dalam menjalin sinergisitas dalam melaksanakan kegiatan Donor Darah Sukarela di wujudkan dengan pemberian plakat penghargaan atas kerja sama yang rutin dalam pelaksanaan Donor Darah Sukarela. Penghargaan diberikan kepada berbagai Instansi perusahaan dan Kelompok Sosial yang bergerak dalam pemenuhan kebutuhan Donor Darah Pengganti dan beberapa KSR yang telah berpartisipasi aktif dalam pemenuhan kebutuhan kantong darah untuk masyarakat, termasuk KSR PMI UNHAS sebagai instansi yang rutin mengadakan donor darah sukarela setiap minggunya.

Harapannya, acara silaturrahmi ini bisa diadakan secara rutin dalam mempererat  kedekatan emosional sesama para sukarelawan donor darah. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kepala UTD PMI Kota Makassar dr.Sukmawati agar kegiatan ini menjadi program rutin dari PMI untuk Sukarelawan Donor Darah.

 

Donasi Kemanusiaan - Bencana Longsor Maliwowo, Luwu Timur


Pada 12 Mei 2017 bencana longsor melanda Dusun Harapan Makmur, Desa Maliwowo, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Longsor yang dipicu hujan deras menimbun rumah penduduk di Dusun Harapan Makmur Desa Maliwowo Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur. 
Diberitakan sebelumnya, tanah longsor di Luwu Timur mengakibatkan 7 warga Angkona meninggal dunia. Sedangkan 7 warga lainnya telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, warga mengalami kerusakan sawah, kebun, dan rumah sehingga kurang-lebih 400 warga harus mengungsi .

Dengan semangat jiwa kemanusiaan KSR PMI UNHAS mengajak setiap lapisan masyarakat untuk dapat bersamasama membantu meringankan beban khususnya pada keluarga terdampak bencana.

Donasi kemanusiaan berupa pakaian layak, sembako dan lain sebagainya dapat dikirim ke Markas KSR PMI UNHAS, Gedung PKM 1 Lantai 2 Universitas Hasanuddin, Makassar

Atau melalui Rekening:
0464627976 (Bank BNI)
CP: 085399089131 (Dian)

Siamo Tutti Fratelli

Recehan: Harta Kecil yang Menyelamatkan


Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang dapat merasakan empati dan simpati pada sesamanya. Sebagian orang berpendapat bahwa donasi kepada mereka yang membutuhkan adalah tugas bagi orang-orang yang memiliki kecukupan ekonomi. Namun pada hakikatnya memberi tidak hanya dalam bentuk “uang”, ada berbagai macam bentuk donasi yang dapat dilakukan sesama manusia baik dalam bentuk materil maupun non-materil.

KSR PMI UNHAS adalah salah satu organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Di dalamnya terdapat bidang yang khusus membawahi pengabdian pada masyarakat (PPM). Salah satu program terbaru dari PPM adalah gerakan recehan peduli (GERCEP) yang bertujuan untuk menghimpun donasi kemanusiaan untuk orang-orang yang membutuhkan. Alasan dibalik pemberian nama tersebut adalah untuk menghimpun donasi dari hal-hal kecil seperti recehan yang pastinya setiap orang memilikinya. Recehan yang dimiliki oleh semua orang mungkin bernilai kecil namun jika digabungkan maka akan bernilai besar. Sehingga dapat mendorong semua orang untuk melakukan donasi tanpa memandang tingkat finansialnya. 

Pemilihan target dari GERCEP ditetapkan dengan berbagai kriteria salah satu yang terpenting adalah mereka yang memiliki kesulitan ekonomi yang harus segera diselesaikan seperti kebutuhan kesehatan pendidikan dan lain sebagainya. Pada tanggal 22 April 2017 untuk pertama kalinya dilakukan oleh bidang PPM KSR PMI UNHAS. Dari hasil pencarian informasi ditetapkan beberapa orang sebagai calon penerima donasi. Setelah dilakukan seleksi  maka dipilihlah Adifa Dg Tallasa. Informasi mengenai Adifa pertama kali diketahui melalui salah satu akun informasi yakni @Makassar Info. Pemilihan Adifa sebagai target dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang mendukungnya untuk ditetapkan sebagai target GERCEP. 

Adifa Dg. Tallasa yang saat ini berusia satu bulan lebih adalah anak pertama pasangan Sukardi (26) dan Risma (22). Adifa mengidap penyakit tumor leher regio Coli yang sudah bersarang pada pipinya sejak dilahirkan. Dengan bertambahnya usia Adifa setiap harinya, bertambah besar juga tumor pada pipi Adifa yang semula kecil.  Tumor yang semula hanya bersarang di pipinya kini meluas hingga ke leher. Tumor tersebut telah menghalangi pertumbuhan Adifa untuk menjadi anak normal. Adifa yang kini susah bernafas juga harus dibantu dengan selang untuk mendapatkan ASI dari ibunya. 

Berasal dari Limbung, Kabupaten Gowa ternyata menjadi alasan terhambatnya penanganan pada Adifa. Keluarnya pemerintah daerah Kabupaten Gowa dari BPJS menyebabkan Adifa sulit untuk memperoleh perawatan di RS. Wahidin Sudirohusodo. Administrasi yang berbelit semakin menyulitkan orang tua Adifa yang ayahnya hanya berprofesi sebagai buruh toko dan ibunya yang seorang IRT untuk mendapatkan perawatan yang memadai bagi putri kecilnya. Ayah Adifa yang berprofesi sebagai buruh toko yang setiap harinya menjaga putrinya tidak  lagi bisa mencari nafkah untuk keluarganya. 

Adifa yang ditemui di PICU RS. Wahidin Sudirohusodo terbelit dengan berbagai jenis selang dan kabel pada tubuh mungilnya. Operasi adalah jalan bagi Adifa untuk memperoleh kesembuhan. Namun sayangnya hal itu sulit untuk dilakukan melihat dari kondisi finansial keluarganya. Sehingga KSR PMI UNHAS menetapkannya sebagai target. 

Segera setelah ditetapkannya Adifa sebagai target maka penyebaran informasi dan pengumpulan donasi segera dilakukan. Celengan recehan peduli Adifa kemudian disebarkan pada setiap kegiatan KSR PMI UNHAS ke eskternal, misalnya pada donor darah yang juga sering dilakukan. Celengan peduli Adifa menjadi ikon dari gerakan recehan peduli. 

Penyebaran informasi yang dilakukan dimulai dari internal KSR PMI UNHAS sendiri dengan menyebarkan pamflet mengenai Adifa. Gayung bersambut dengan tanggapan baik dari keluarga besar KSR PMI UNHAS yang bersedia menjadi donatur bagi Adifa. Tanggapan yang baik menyebabkan mulainya dilakukan penyebaran informasi ke eksternal KSR PMI UNHAS. Sama seperti pada internal tanggapan baik juga didapatkan sehingga cukup banyak orang yang bersedia memberikan donasi bagi Adifa. Dimulai dari grup angkatan para anggota, official account, hingga dompet duafa serta media partner seperti media Fajar online dan Indentitas.

Donasi terbuka juga dikampanyekan melalui situs kitabisa.com. Masuknya Adifa dalam daftar pemberian donasi di situs tersebut ternyata dilatarbelakangi oleh peyebaran informasi yang masif dilakukan, sehingga pihak kitabisa.com menghubungi KSR PMI UNHAS untuk mendaftarkan Adifa pada situs tersebut. 

Berselang 18 hari dari dibukanya donasi untuk Adifa, dilakukan penyaluran donasi tahap pertama untuk Adifa. Total donasi yang terkumpul per 9 Mei 2017 senilai Rp. 7.160.000,- yang diberikan secara langsung oleh Bidang PPM KSR PMI UNHAS.  Sebagian besar dari para donatur adalah orang yang tidak mau disebutkan namanya.

Walaupun jumlah bantuan yang diberikan tidak terlalu besar dan belum bisa menutupi biaya perawatan keseluruhan dari Adifa. Namun kami berharap dapat membantu meringankan beban Adifa dan keluarganya. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para donatur karena berkat merekalah dapat terkumpul donasi bagi Adifa. Semoga Adifa dapat segera tumbuh menjadi gadis kecil yang sehat dan ceria seperti teman-teman sebayanya. 

GERCEP yang awalnya dinilai pesimis untuk dapat terlaksana, kini mendapat tanggapan yang cukup baik dari semua pihak. Tanggapan yang baik bagi gerakan recehan peduli (GERCEP) yang digagas oleh KSR PMI UNHAS menjadi motivasi bagi KSR PMI UNHAS untuk terus menggagas berbagai kegiatan kemanusiaan. Ke depannya GERCEP diharapkan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Semoga ke depannya akan ada banyak Adifa yang dapat kita ringankan bebannya. 

GERCEP menjadi bukti bahwa recehan adalah harta kecil yang dapat menyelamatkan. Recehan dianggap tak bernilai dapat bermilai besar jika digabungkan. Gerakan yang kecil dapat menjadi besar jika dilakukan oleh banyak orang. Sehingga semua orang dapat ikut membantu orang lain, bukan hanya bersimpati tapi juga turut berempati. 

Siti Hardianti Azhari Bahar
KSR-UH.XXI.012

Our Principles in Action




Setiap tahunnya sejak tahun 1948, 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia untuk menghargai jasa penemu Gerakan Palang Merah Dunia, Henry Dunant, yang juga lahir di tanggal yang sama. Peringatan Hari Palang Merah Sedunia bertujuan untuk menginspirasi, memfasilitasi, dan juga mempromosikan seluruh aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh Komite Internasional Palang Merah dan anggota Komunitas Nasional yang ikut tergabung. Selain itu, peringatan tersebut juga digunakan sebagai kesempatan untuk menghargai jasa para relawan yang berjuang menyelamatkan nyawa orang banyak.

Tepat di tanggal yang sama, Gerakan juga merayakan lahirnya Prinsip Dasar Gerakan yang tahun ini tepat berusia 52 tahun. Peringatan ke-52 tahun lahirnya Prinsip Dasar Gerakan menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali penerapan Prinsip Dasar Gerakan.

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Mei, merupakan perayaan tahunan bagi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Kini sudah 154 tahun lamanya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Gerakan) menjalankan tugas kemanusiaan. Di usia yang semakin matang, aksi kemanusiaan yang dilakukan sudah tidak dapat dihitung lagi. Pelayanannya juga telah dirasakan insan manusia sedunia. Tidak hanya bagi kalangan internal Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, tetapi juga telah menyentuh masyarakat luas.

Kegiatan kemanusiaan ini semakin berkembang dan kian kompleks. Dalam menjalankan kegiatan, Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah selalu menjadi panduan tindakan, agar senantiasa dalam melayani masyarakat tidak memandang ras, keyakinan dan warna kulit. Palang Merah Indonesia (PMI) dan KSR PMI UNHAS pada khususnya selalu berpegang teguh pada ketujuh prinsip dasar Gerakan tersebut.

Kemanusiaan adalah ekspresi motivasi kita. Kesamaan mengarahkan cara kita melayani masyarakat yang sangat membutuhkan, sembari menjaga Kenetralan dan Kemandirian setiap waktu. Gerakan di bentuk atas dasar Kesukarelaan. Kesatuan dan Kesemestaan menjadi jangkar aksi lokal kita dalam solidaritas global. Hal tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar yang menjadi identitas Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

lahirnya Prinsip Dasar Gerakan menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali penerapan Prinsip Dasar Gerakan, baik pada saat kita bertugas maupun dalam keseharian kita sehari-hari. Mari kita selalu terapkan prinsip ini dengan sebaik-baiknya pada setiap tindakan kita.


GERCEP (Gerakan Recehan Peduli)


Mengetuk pintu hati kita untuk berbagi kepada Adifa  Dg Tallasa yang saat ini berusia 1 bulan anak pasangan Sukardi (26) dan Risma (22) berasal dari Limbung Kab. Gowa. Adifa berasal dari keluarga yang kurang mampu. Adik kita Adifa Dg. Tallasa yang sedang berjuang menghadapi tumor pada lehernya yang semakin membesar dan dirawat di PICU RS. Wahidin. Kondisinya semakin menurun bahkan sudah susah nafas dan tidak bisa mengkonsumsi ASI secara langsung


Bagi yang bersedia membantu bisa menghubungi

Dian KSR PMI UNHAS (085399089131)
No rek 0464627976 bank BNI a.n KSR PMI UNHAS
Atau datang langsung ke markas KSR PMI UNHAS

 
Back To Top