INFO MARKAS

Berita

Tulisan

Kegiatan

RELAWAN BARU SEMANGAT BARU - KSR PMI UNHAS



Seperti halnya organisasi-organisasi lainnya prosesi perekrutan anggota baru adalah hal yang mutlak yang harus dilakukan oleh suatu organisasi  demi mempertahankan eksistensinya dalam dunia keorganisasian. Begitu pula yang dilakukan oleh organisasi KSR PMI UNHAS, organisasi kemanusiaan yang belum lama ini merayakan hari lahirnya yang ke 25 tahun, saat ini dalam prosesi perekrutan anggota baru untuk menjaring bibit-bibit potensial yang tentunya diharapkan untuk mampu meneruskan roda perjuangan di organisasi ini.

Prosesi penerimaan anggota baru atau yang lebih dikenal dengan nama Pendidikan Dasar (DIKSAR XXIII KSR PMI UNHAS) telah berlansung dari tanggal 17 Februari hingga saat ini talah memasuki tahap indoor atau pemberian matari kepada calon anggota (cata) baik itu materi yang bersifat internal ke KSR an ataupun materi yang bersifat eksternal ke Palang Merah an secara umum. Pemberian materi ini berlangsung di gedung PSC lt.2 dengan pemateri pertama di isi oleh mantan Ketua KSR periode 2015 kanda Dian purnamasari dengan materi kerangka Berfikir Ilmiah. Indoor kali ini berlangsung selama dua pekan yang berlangsung pada hari jumat hingga minggu malam di setiap pekannya di mulai pada pukul 08:00 pagi hingga pukul 21:00 malam. Dengan adanya indoor ini diharapakan menjadi bekal awal bagi calon anggota untuk berkiprah di dunia kemanusiaan. Ilmu itu bersifat dinamis artinya organisasi ini mengharapkan adanya peningkatan kapasitas pengetahuan calon anggota dalam dunia kemanusiaan seiring meningkatnya intensitas keaktifan mereka dalam organisasi ini. 

Kepanitiaan yang digawangi Kanda Jumatang (MIPA-BIOLOGI 2014) ini patut di apresiasi pasalnya dalam kesibukan akademik teman-teman panitian masih tetap fight dan konsisten dalam menjalankan kepanitiaannya. Keaktifan panitian seratus persen sangatlah sulit untuk di wujudkan, namun jangan berkecil hati sebab pertahanan kedua setelah kuantitas adalah kualitas, tetap menjaga semangat dan menyemangati adalah hal yang penting dalam kepanitian. Dan selalu ingat bahwa ini adalah proses penerimaan anggota baru keluarga KSR PMI UNHAS bukan keluarga baru panitia. Jadi keluarga besar KSR PMI UNHAS juga memiliki andil besar dalam prosesi ini, kepanitiaan jangan dipahami dalam konteks individu yang menerima SK saja, sehingga memperkecil ruang kreatifitas panitia hanya karena alasan kekurangan anggota. libatkan keluarga baik dalam tataran ide ataupun dalam hal lain yang pastinya dalam koridor-koridor yang disepakati bersama.

Penentuan lokasi outdoor masih dalam tahap ceklok ada dua obyek lokasi yang masuk pertimbangan pantia pertama lokasi yang berada di Kab. Barru dan di Kab. Pangkep. Sabtu, pagi tadi Korlap (kanda Malik), SC (kanda Fajar) bersama anggota yang lain menuju lokasi outdoor tersebut. Dimanapun lokasinya semoga bisa menjadi tempat yang kondusif untuk mempraktekkan materi-materi yang sudah didapatkan di kelas indoor.

Dengan tema “Reaktualisasi nilai-nilai kemanusiaan menuju kader yang professional” diharapkan angkatan kali ini mampu menjadi  kader-kader yang militan, menakar diri dalam kemampuannya masing-masing, mengembangkan potensi tersebut dan menerapkannya dalam berbagai bidang kehidupan terkhusus dalam bidang kemanusiaan. Jadi sudah seharusnyalah tema ini menjiwai  setiap item kegiatan DIKSAR XXIII agar tujuan yang diharpkan dapat tercapai. Jangan sampai hanya menjadi sebuah jargon keanggkuhan beretorika tanpa memahami makna dan tidak menjiwai disemua lini kegiatan.  Dalam kasus ini semua potensi baik itu Steering Committee sebagai ruh dari kepanitiaan dan panitian itu sendiri sebagai pelaksana harus merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang profesional. Sebab ada kata pepatah yang mengatakan bahwa Buah jatuh tidak jauh dari Pohonnya. Sangat sulit mengajarkan sesuatu yang kita sendiri belum pahami. Dan perlu kiranya kita menyamakan persepsi bahwa kata profesional itu bukan hanya dalam tataran ketepatan waktu saja, tetapi menepaptkan diri pada perannya masing-masing sehingga tidak terjadi ketimpang tindihan prilaku akan labih baik lagi.

Selamat mengikuti prosesi penerimaan ini, sampai ketemu dalam bingkai keluarga besar KSR PMI UNHAS… (18/3/2017)


Muh. Yusuf Weandra
KSR-UH.XIV.011


DESA TABAH POTRET KERUKUNAN BERAGAMA DI SULAWESI SELATAN



      Desa Tabah secara administratif terletak di wilayah timur Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu. Sekitar dua jam lebih dari kota Belopa Akses kesana terbilang cukup mudah, dapat di tempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Menuju ke Desa ini hamparan sawah dengan latar belakang pegunungan seakan menyambut kedatangan kita, riak air pengairan, kumpulan kerbau, hilirmudik para petani dan tawa canda anak-anak yang bermain di sekitaran persawahan menjadi suasana yang begitu memikat hati.  hanya saja infrastruktur di Desa ini masih jauh dari kata layak sehingga perlu perhatiaan dan penanganan yang serius dari pemerintah Kabupaten hingga Desa.

      Mayoritas peduduk di Desa Tabah bermata pencaharian sebagai petani. Ada yang sebagai petani pemilik dan ada juga yang hanya sebagai petani penggarap, yang tidak memiliki sawah namun bekerja sebagai penggarap sawah milik orang lain dengan upah yang bervariatif. Meskipun pengairan di Desa ini cukup lancar namun penanaman padi belum dapat dilakukan tiga kali dalam satu tahun. Pernah dicoba untuk melakukan penanaman padi selama tiga kali dalam setahun namun hasilnya tidak memuaskan penyebabnya selain debit air yang tidak cukup hama tikus dan serangga lainnya sangat mengganggu pertumbuhan tanaman Padi tersebut. Selain bertani masyarakat di Desa ini juga berkebun utamanya tanaman cokelat atau kakao meskipun hasilnya tidak sebanyak dari hasil pertanian. 

       Kebanyakan pemuda di Desa ini setelah menamatkan sekolah SMA mereka melanjutkan pendidikan di kota Palopo dan Makassar. Sebagiannya lagi merantau. Mereka merantau keberbagai wilayah seperti di Kalimantan dan Papua hal ini dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga, selain itu menembah pengalaman hidup adalah alasan lain yang mendorong mereka untuk merantau. Maka jangan heran jika hari-hari besar seperti Idhul Fitri dan Natal suasana Desa ini akan mendadak ramai karena mayoritas orang-orang yang merantau akan mudik pada moment tersebut. Ada juga yang memilih untuk tinggal menetap di Desa membantu pekerjaan orang tua melajutkan kebiasaan turun temurun nenek moyang mereka, menjaga kearifan lokal, dan membantu proses pembangunan Desa dengan terlibat diberbagai kegiatan pengembangan Desa atau bahkan menjadi perangkat Desa.


      Desa yang dikepalai oleh Bapak Adriadi ini penduduknya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi salah satunya dari daerah Toraja. Keberadaan masyarakat Toraja yang masyoritas beragama Kristen di wilayah Luwu khususnya Desa Tabah telah ada sejak puluhan tahun silam. Mereka bermigrasi dari daerah dataran tinggi ke daerah dataran rendah. Migrasi ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya gejolak politik pada masa itu. Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa, orang-orang Toraja yang mendiami daerah Tabah dulunya berasal dari wilayah pegunungan. Mereka bermigrasi ke dataran rendah karena adanya gejolak politik antara pemeritah pusat dengan pasukan Kahar Muzakkar yang merembet hingga ke wilayah pemukiman orang-orang Toraja di pegunungan sehingga tak ada jalan lain bagi penduduk Toraja ini selain mengungsi kedaerah yang lebih aman.

      Keberadaan masyarakat Toraja di Desa ini telah menjadi cerminan kerukunan umat beragama yang patut untuk di teladani. Perbedaan keyakinan tidak menjadikan sekat bagi penduduk Desa. justru dengan perbedaan ini masyarakat memiliki toleransi, gotong royong dan sikap harga-menghargai yang begitu dalam, Masjid dan Gereja berdiri disamping alun-alun, masyarakatnyapun beribadah dengan tenang jauh dari kesan curiga-mencurigai. Kata “Assalamualaikum” dan “Selamat Pagi” adalah salam standar yang sering kita dengar di Desa ini. “Saling menyapa memberikan senyum adalah hal yang sederhana namun memilik pengaruh yang luar biasa dalam menjaga keharmonisan bermasyarakat” kata Sekdes Desa Tabah pak Faizal. 

       Asimilasi dan Akulturasi kebudayaan terjadi diberbagai lini kehidupan masyarakat di Desa ini. Salah satu contoh banyak penduduk di Desa ini yang menikah dengan pasangannya yang berbeda keyakinan sehingga dalam satu rumah tangga terkadang kita akan mendapati dua keyakinan yang berbeda namun mereka tetap hidup dalam satu keluarga rukun yang aman dan tentram. Toleransi beragama sangat kental terasa di Desa ini. Saling menghargai antara pemeluk agama lainnya, memberikan kebebasan namun tidak melampaui kebebasan yang lainnya. Tentunya ini sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan hati. 

Muh. Yusuf Weandra
KSR-UH.XIV.011

Talkshow “Love Donation “ Dan Aksi Donor Darah, Gaya Anak Muda Berbagi ala Young On Top dan KSR PMI UNHAS




Perhimpunan Donor Darah Kampus KSR PMI UNHAS  menjalin kerjasama dengan Young On Top Makassar dalam acara TalkShow  dengan tema “Love Donation 2017” dan Donor Darah Sukarela oleh Unit Transfusi Darah PMI Makassar(UTD PMI Makassar). Kegiatan ini berlangsung pada  Senin 6 Maret 2017, acara dimulai pada pukul 8.30 -13.30, berlokasi di Lantai Dasar Rektorat UNHAS. Pada Pukul 09.10, UTD PMI tiba di lokasi acara dengan beberapa petugas yang berseragam lengkap  mempersiapkan lokasi dan perlengkapan Donor  Darah yang lokasinya berada di bagian depan acara Talkshow berlangsung, beberapa civitas akademik cukup antusias dengan adanya kegiatan donor selama acara talkshow berlangsung, ini terbukti dari beberapa mahasiswa mendonor terlebih dahulu sebelum memasuki  kegiatan Talkshow.

Acara  Talkshow dengan Tema Love Donation 2017,Blood Donation Is My Lifestyle, mengangkat isu penyakit Talassemia, yang merupakan suatu penyakit kekurangan seldarah merah dalam darah yang menyebkan terganggunya aliran nutrisi pada tubuh sehingga samapai saat ini pengobatannya hanya dengan transfusi darah  seumur hidup, sehingga butuh para pasien talassemia membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannya, dalam mengangkat isu ini Young On Top menggalang bantuan dana untuk para pasien talassemia yang kurang mampu.

Acara talkshow yang berlangsung hampir dua setengah jam, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang  dibawakan oleh tiga pembicara yang berbeda, Ahmad Abdullah sebagai pembicara pertama dari YOT Makassar  membawakan materi pengenalan Komunitas Muda Young On Top di Makassar. Dia menjelaskan Young On Top sebagai komunitas muda merupakan tempat belajar dan berbagi kunci sukses di usia muda, Komunitas yang didirikan oleh pebisnis property ternama Billy Boen ini berbagi tentang kiat-kiat sukses menjadi anak muda keren , salah satunya sebagai tolak ukur kesuksesan seseorang bukan diukur dari seberapa banyak materi yang didapatkan tapi seberapa luas kesuksesan manusia dalam berbagi apapun untuk sesama. Dilanjutkan dengan pemutaran video mengenal lebih dalam tentang talassemia bahwa penyakit Talassemia bisa dicegah dengan menghindari pernikahan dengan bukan  sesama pasien talassemia sehingga menghasilkan keturunan yang normal.

Pembicara kedua dibawakan oleh Ismail Kamba. SKM.Mkes, membawakan materi tentang seluk beluk perhimpunan Donor Darah Kampus UNHAS (PDDK KSR PMI UNHAS). Sebagai salah seorang pelopor berdirinya Perhimpunan Donor Darah Kampus yang didirikan sejak tahun 1991, yang dulunya bernama “Donor Darah Hidup”  sebagai aksi kepedulian mahasiswa untuk masyarakat yang membutuhkan pendonor pengganti yang sukarela membantu sesama. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa seyogyanya perhimpunan donor ini mengemban misi untuk terciptanya donor darah lestari dengan rutinnya diadakannya kegiatan donor darah dengan bekerjasama dengan pihak lembaga kampus dan pihak instansi di luar kampus /masyarakat pada umumnya. Dalam kesimpulannya beliau menghimbau para civitas akademik UNHAS dan masyarakat luas untuk tetap bekerjasama dengan PDDK KSR PMI UNHAS  untuk bisa memaksimalkan sinergisitas dalam membantu pasien yang membutuhkan pendonor pengganti sehingga kebutuhan darah dapat diatasi denga hadirnya sukarelawan kampus.

Pebicara Terakhir dibawakan oleh  Achmad Syauki dari Unit Transfusi Darah PMI Kota Makassar, menjelaskan  secara mendalam apa itu donor darah sukarela, manfaat donor  dan situai donor darah di Makassar. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan manfaat Donor ternyata sangat banyak salah satunya untuk meregenerasi pembaruan sel darah merah dan mencegah penyakit jantung maupun berbagai penyakit berbahaya lainnya (HIV/AIDS, Hepatitis B/Hepatitis C serta Syphilis dengan ditemukannya dalam pemerikasaan/screening  darah  setelah donor). Fakta yang cukup memiriskan juga ditampilkan dalam slide presentasi yang menunjukkan  sepanjang tahun 2016 sebanyak  9.000 permintaan yang masuk ke PMI pasien yang mendapatkan darah  hanya  sebanyak  5.000 permintaan, dengan jumlah  4.000 donasi.Sehingga dapat disimpulkan bahwa permintaan pendonor sangat tinggi tetapi belum bisa mencukupi semua kebutuhan darah walaupun jumlah donasi bisa menutupi setengan dari jumlah permintaan yang ada. Sehingga dalam kesimpulannya, belaiu mengajak para mahasiswa dan berbagai kalangan untuk tetap  menjaga semangat  menjadi seorang donor, karena tidak ada alasan untuk tidak donor melihat berbagai manfaat lahir dan batin dari donor darah.


Talkshow kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dari peserta ke pemateri yang dengan apik dan seru menjawab pertanyaan peserta.  Pada  sesi terakhir acara,  moderator yang dibawakan oleh Lina Langit  memberikan simpulan bahwa  “ Harapannya anak muda  dapat menjadikan kegiatan donor darah sebagai gaya hidup mereka sesuai denga tema Blood Donation Is My Lifestyle, dengan begitu pasien Talassemia bisa terbantu  dengan kesediaan kantong darah ,dan kemudian dilanjutkan dengan sesi berfoto bersama.







 
Back To Top