INFO MARKAS

Share Your Mind #14 "PERGAULAN BEBAS DIKALANGAN REMAJA"


Oleh : Munir dan Arya Wiranata A
PMR SMAN 3 Lau Maros


Berbicara masalah remaja mungkin tidak akan ada habis-habisnya terutama masalah kenakalan-kenakalan yang diperbuatnya, seperti seks bebas, geng motor, penyalagunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas. Remaja menaruh perhatian paling besar dalam berbagai lembaga dan organisasi, mengapa demikian? Karna remajalah adalah aset terpenting yang merupakan tumpuhan harapan bagi masa depan bangsa dan negara serta agama, remajalah yang akan meneruskan tongkat stapet kepemimpinan bangsa ini. Maka seharusnyalah kita memberikan bimbingan dan pemahaman kepada remaja tentang masalah-masalah yang dapat menghancurkan cita-citanya, supaya nantinya remaja-remaja tersebut tidak terjerumus kedalam pergaulan yang dapat menghancurkannya.
Sekarang ini adalah zaman globalisasi, remaja harus diselamatkan dari zaman globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan. sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing masuk, sementara budaya tersebut tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contohnya kebudayaan free sex atu seks bebas itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkuatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan tempat-tempat umum, para remaja saling berangkul mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istila pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, dikalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Inilah remaja zaman sekarang dengan berbagai permasalahn yang komplek, nah sekarang kita akan membahas masalah remaja yang ada dilingkungan kita yakni pergaulan bebas.
Kita tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik dilingkungan sekitar maupun dimedia massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda indonesia dalam kemajuan bangsa.
Sedangkan remaja adalah masa peralihan anak-anak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antar 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatan anak-anak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melaloi metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tuanya.
PMI telah memberi perhatian khusus mengenai remaja melalui wadah pembinaan yakni PMR, dimana PMI memberikan pengarahan kepada remaja-remaja yang ada di PMR. PMI memberikan pengetahuai mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan remaja didalam materi khusus yakni PRS. Didalam PRS dibahas masalah-masalah yang dapat menghancurkan remaja serta memberikan solusi-solusi tentang masalah-masalah remaja seperti cara bergaul yang baik yang sesuai dengan norma sosial.
Masalah pergaulan bebas sekarang sudah menjangkiti Anak remaja mulai dari SMP sampai mahasiswa bahkan anak SD sudah kenal dan hampir sebagian dari mereka sudah melakukannya. Memang kita akui dari tahun ketahun kasus sekas bebas dinegeri ini makin banyak saja jumlahnya bukan hanya di ibu kota bahkan didaera pedesaan sudah banyak remaja yang terserang masalah pergaulan bebas. Awalnya adalah akibat dari kelalaian orang tuanya yang tidak memperhatikan dengan siapa dia berteman, kemudian adanya hp dan internet yang disalah gunakan. Dengan adanya alat elektronik yang kemudian disalah artikan dengan melihat film-film yang tidak bermanfaat seperti film porno atau video porno. Akhirnya merekapun ingin mencoba melakukan hal yang sama seperti dipraktekkan dalam video tersebut.
Biasanya ini terjadi karena adanya juga pacaran yang tidak ada batasnya. Anak remaja sekarang gaya pacarannya sangat memprihatinkan. Itu disebabkan karena mereka berpacaran layaknya mereka sudah suami istri, tidak mempunyai batas. Padahal mereka belum tentu menjadi suami istri. Tapi mereka senang dan bangga dengan perbuatannya, buktinya mereka malah menyuruh temannya untuk diabadikan dalam video rekaman dan menyebarkanya melalui hp ke hp ataupun menyebarnya melalui       internet.
Ada beberapa penyebab remaja terjerumus kedalam seks bebas yakni:
Ø  Lingkungan yang buruk
Lingkungan merupakan faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan watak seorang remaja, jika dia hidup dan berkembang dilingkungan yang baik maka ia akan tumbuh menjadi remaja baik, sebaliknya apabila dia tumbuh di lingkungan yang buruk maka ia akan menjadi remaja yang hancur.
Ø  Orang tua yang gagal mendidik anaknya
Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas akhlak dan perilaku remaja. Orang tua seharunya memberika perhatian khusus kepada remaja mengenai berbagai hal khususnya pergaulan remaja tersebut. Apabila orang tua tidak memperhatikan pergaulan anak-anaknya mak anak tersebut akan mudah terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Ø  Pemerintah dalam hal lembaga pendidik yakni sekolah gagal memberikan contoh yang baik
Pemerintah juga berperan sangat penting mengenai remaja. Pemerintah membentuk remaja melalui lembaga pendidikan atau sekolah, tapi akhir-akhir ini banyak kejadian yang tidak seharunya terjadi didunia pendidikan yang tujuannya bukan mendidik tapi malahan merusak remaja. Bahkan banyak kasus guru yang melakukan pemerkosaan pada muridnya
Ø  Faktor ekonmi
Faktor ekonomi juga memberikan sumbangsi besar terhadap terjerumusnya remaja kedalam pergaulan bebas. Biasanya remaja yang kurang dalam hal ekonomi akan menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti menjual diri.
Ø  Lemahnya iman
Lemahnya iman seorang remaja akan memudahkan remaja tersebut terjerumus kedalam pergaulan bebas.
Ø  Faktor teknologi (internet)
Faktor ini juga meberi pengaruh besar tentang masalah pergaulan bebas, dengan cara teknologi akan memudahkan remaja dalam mencari informasi namun sebagian remaja menyala gunakan internet dengan cara membuka situs-situs dewasa.
Dari penyebab diatas mungkin ada beberapa dampak dari pergaulan bebas itu sendiri yakni diantaranya:
Ø  Hamil diluar nikah
Karena kurangnya pemahaman masalahs sek para remaja melakukannya tanpa memikirkan resiko yang terjadi, mereka hanya memikirkan bagaimana rasanya berhubungan badan.
Ø  Hancurnya cita-cita
Pergaulaan bebas dapat menghancurkan cita-cita remaja, maka dari itu jangalah kita mendekatinya.
Ø  Terserang penyakit HIV/AIDS
Karena melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan yang tidak menggunakan alat pengaman, dan kurangnya pengetahuan mengenai akibat dari seks bebas maka remaja tersebut akan mudah terserang penyakit HIV/AIDS dari pasangannya.
Ø  Aborsi
Karena keseringan melakukan hubungan badan mengakibatkan hamil diluar nikah. Bila hal tersebut terjadi remaja akan bingung dan takut memberitahukan kepada orang tua biasanya remaja tersebut akan mengambil tindakan yang dianggapnya jalan satu-satunya yakni Aborsi.
Ø  Terserang penyakit kelamin
Karena keseringan melakukan hubungan seks tampa memikirkan dampak dan apakah pasangannya sehat maka akan memudahkan remaja terserang penyakit kelamin seperti herpes, gonore, IMS dan lain-lain.
Setelah kita menegetahui penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas, kita sebagai remaja hendaklah menghindari perilaku tersebut dengan cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat mebuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering diucapkan tetap saja masih banyak banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan.
Selain itu keluarga juga memiliki pengaruh besar dalam pergaulan seorang remaja. Orang tua seharusnya memperhatikan tiap-tiap tingkah laku anaknya termasuk kepada siapa dia bergaul, orang tua harus mengajarkan dan  membimbing anaknya supaya tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas. Peran remajapun tidak kalah pentingnya dalam pencegahan remaja lain supaya tetap berada dijalan yang benar. Remaja sebagai peer education semestinyalah memberikan pengetahuan kepada remaja lain masalah bahaya atau dampak yang ditimbulkan akibat pegaulan bebas. Remaja dapat mengajak remaja lain untuk ikut serta dalam event-event yang positif seperti mengikuti seminar atau pelatihan tentang bahaya seks bebas, atauka mengajak remaja lain berkarya dibidang seni atau mengikuti bimbingan belajar yang dapat mengasa pengetahuan dan meningkatkan prestasi. Selain itu pula bisa dengan mengajak remaja mengikuti kegiatan eskul seperti OSIS, PMR, REMAS ataupun mengikuti komunitas-komunitas positif diluar sekolah yang dapat mengasah kretifitas dan prestasi.


5 komentar :

  1. Bbeehh,,, artikel.y keren, menarik dan sangt baik... tingkatkan naph... :)

    BalasHapus
  2. Artikelnya keren, baik , dan menarik... Tingkatkan...

    BalasHapus

 
Back To Top