INFO MARKAS

Merajut Asa untuk Setitik Harapan di Tanah Bentong



Pembukaan Aksi Relawan 2017
Markas News - Desa Bulo-Bulo secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Pujananting Kebupaten Barru namun secara geografis Desa ini sangat dekat dengan wilayah Kabupaten Pangkep sehingga jika anda berada di Makassar dan hendak menuju ke desa ini disarankan untuk lewat Pangkep ke arah Tonasa 2 akan lebih singkat ketimbang menuju Kabupaten Barru kemudian belok ke Buludua jarak tempuhnya bisa 2-3 kali lebih jauh. Desa yang tidak lama lagi mengadakan PilKades ini memiliki tujuh Dusun. Dusun Passengareng, Dusun Lappatemmu, Dusun Labaka, Dusun Maroanging, Dusun Panggalungang, Dusun Rumpiae dan Dusun Palampang. Dari ketujuh Dusun itu ada tiga Dusun yang lokasinnya cukup jauh dan akses kesana terbilang cukup sulit yaitu Dusun Labaka, Dusun Maroanging dan Dusun Panggalungang. Jika anda pernah membaca buku mengenai etnis-etnis di Sulawesi Selatan maka tentu anda tidak asing lagi dengan Masyarakat To Balo dan To Karibo masyarakat yang lahir dengan anugerah yang berbeda dari Allah S.W.T ini bermukim di Desa Bulo-Bulo tepatnya di Dusun Maroanging dan Dusun Labaka. Secara umun penduduk di Desa ini berprofesi sebagai petani dengan sawah tada hujan sebagai lahan garapan ada juga hasil perkebunan yang lain namun belum digarap secara maksimal oleh pemerintah Desa dan Kabupaten. Dibidang pendidikan, dari tujuh Dusun yang ada hanya Dusun Lappatemu yang memiliki Sekolah dalam kategori layak baik itu dari segi fasilitas ataupun tenaga pendidik. Beda halnya dengan sekolah yang ada di Dusun lain, Dusun Panggalungan misalnya. Di Dusun ini selain kondisi bangunan yang memprihatinkan tenaga pengajarpun menjadi kendala utama. “memang ada staf pengajar disini namun mereka tinggal di daerah Pujananting yang jaraknya puluhan kilo meter serta akses dari sana menuju ke dusun ini masih jauh dari kata layak bahkan ketika hujan deras turun air sungai akan meluap sehingga memutus akses dari dan menuju Dusun ini” Kata Ulla (salah satu anggota KSR PMI UNHAS yang bergabung dalam komunitas Sokola Kaki Langit).


Pembukaan Aksi Relawan (AR) 2017
Aksi relawan adalah salah satu program kerja tahunan yang dijalankan oleh organisasi KSR PMI UNHAS. Kegiatan yang berbasis pengabdian pada masyarakat ini memiliki tiga indikator yang dijadikan tolak-ukur dalam penentuan item kegiatan yaitu kesehatan, pendidikan dan pertanian. Namun tidak menutup kemungkinan ada indikator lain yang bersifat insidentil yang patut untuk diperhatikan. Indikator-indikator ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memutuskan apakah wilayah atau desa bersangkutan layak untuk menjadi lokasi kegiatan Aksi Relawan atau tidak. Di tahun ini berdasarkan pertimbangan dari tim Survey Lokasi AR 2017, KSR PMI UNHAS memutuskan memilih Desa Bulo-Bulo di kecamatan Pujananting Kabupaten Barru sebagai lokasi kegiatan. Aksi Relawan tahun ini di ketuai oleh Novia Tri Ansari adalah mahasiswa Jurusa Sastra Inggris angkatan 2014 dengan mengusung Tema Merajut Asa Untuk Setitik Harapan di Tanah Bentong. “Selamat datang di desa Bulo-Bulo selamat berkegiatan dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan lainnya yang tak kalah bermanfaat”. Itulah sepenggal kata dari Perwakilan Desa Bulo-Bulo yang menandai dimulainya acara Aksi Relawan 2017 secara resmi pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 yang bertempat di SD INPRES 24 Lappatemmu. Pembukaan yang berlangsung hikmad ini juga turut di hadiri oleh Iman dusun Lappatemmu, ibu Bidan dan kepala dusun yang ada di desa ini.  Plt Desa Bulo-Bulo sendiri belum sempat hadir sebab beliau masih berada di kantor Kabupaten dalam rangka penyusunan anggaran Desa. Dalam sambutannya ketua panitia menegaskan bahwa selama dua hari kedepan dari 27 hingga 28 Oktober 2017  KSR PMI UNHAS akan berkegiatan di desa ini dengan item kegiatan meliputi penyuluhan pertanian, penyuluhan kesehatan, pembuatan Bio Gas, pemeriksaan kesehatan dan Sirkumsisi.
Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan, Pemeriksaan kesehatan dan Sirkumsisi
Selapas acara pembukaan dimulailah kegiatan AR. Di hari pertama diadakan penyuluhan Tanaman Obat Keluarga oleh Wahyudin, Penyuluhan Pertanian Oleh Hamiri (ketua KSR PMI UNHAS) dan Rahmat Wunangkolu dan Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak SD oleh Nisa dan Novi. Masyarakat cukup antusias dalam mengikuti penyuluhan ini utamanya untuk penyuluhan TOGA dan Penyuluhan pertanian. Masyarakat sesekali mengajukan pertanyaan untuk hal-hal yang kurang dipahami. Penyuluhan Toga Sendiri menitik beratkan pada upaya pemanfaatan lahan pekarangan warga yang kosong agar dimanfaatkan sebagai tempat menanam tanaman-tanaman Obat selain itu untuk memparkenalkan berbagai macam jenis tanaman serta manfaatnya dalam bidang kesehatan. Untuk Penyuluhan pertanian pemateri menfokuskan pada pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai di sekitar tempat tinggal warga seperti batang pisang, daun pohon gamal, gula merah dan air beras. Di gedung yang terpisah pemateri PHBS Novi dan Nisa terlihat sibuk memberikan arahan kepada anak-anak SD agar tertib dalam mempraktekkan cara mencuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar. Mereka sangat antusias mengantri agar mendapat giliran mencuci tangan dan bersikat gigi. Namun yang namanya anak SD Selalu saja jahil dengan teman-temannya sehingga membuat suasana menjadi gaduh untung saja teman-teman panitia memiliki cara-cara yang ampuh untuk mengatasi kegaduhan anak SD salah satunya dengan mengajak berfoto ataupun bernyanyi bersama.

Pemeriksaan Kesehatan
Tim Bantuan Medis dari HMI Komisariat Kedokteran Unhas
Dihari kedua kegiatan AR dilanjutkan dengan kegiatan PHBS Rumah Tangga oleh Putri dan penyuluhan tentang pembuatan bahan bakar Bio Gas menggunakan kotoran ternak oleh Farhun. Terkhusus untuk pembuatan Bio Gas peserta cukup serius memperhatikan langkah-langkah pembuatan yang dipaparkan oleh pemateri “kotor namun bermanfaat” guman salah satu peserta sambil tersenyum. Ditempat terpisah sedang berlangsung pemeriksaan kesehatan dan sirkumsisi atau sunatan massal. Dalam kegiatan ini KSR PMI UNHAS menjalin kerja sama dengan tim Medis dari HMI komisariat Kedokteran Unhas. Dengan melibatkan 15 orang tenaga medis dari HMI yang kemudian dibagi menjadi dua tim. Satu tim untuk pemeriksaan kesehatan dan satu tim untuk sirkumsisi. Kegiatan ini dimulai dari pukul Sembilan sampai dengan pukul empat sore waktu setempat. Untuk pasien yang disirkum sebanyak 35 anak yang terdiri dari anak SD dan SMP. Sedangkan untuk pemkes total pasien sebanyak 43 orang.
Sirkumsisi

Malam penutupan dan pertandingan Domino
Dua hari berkegiatan di Desa Bulo-Bulo akhirnya sampailah pada penghujung kegiatan, untuk mengakhiri kegiatan ini dalam suasana keakraban dan juga atas pertimbangan warga, maka panitia berinisiatif untuk mengadakan acara penutupan yang dirangkaikan dengan pertandingan domino. Cuaca malam itu cukup bersahabat seakan memberikan kesempatan kepada keluarga besar KSR PMI UNHAS untuk bersua-ria dengan warga di Desa Bulo-Bulo. Satu persatu warga berdatangan kesekolah untuk mengikuti acara penutupan AR sekaligus mendaftarkan diri mengikuti pertandingan domino. Dimalam terakhir ini ketua KSR PMI UNHAS dalam sambutannya menghaturkan rasa terimasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan AR tahun ini “utamannya untuk pemerintah Desa Bulo-Bulo yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk digunakan dalam berkegiatan”. Tutur ketua KSR mengakhiri malam penutupa Aksi Relawan 2017.

Sampai Jumpa di Aksi Relawan 2018
M.YUSUF WEANDARA

Posting Komentar

 
Back To Top