Kegiatan - KSR PMI UNHAS

Keterlibatan Palang Merah Indonesia dalam Perubahan Iklim

PMI memiliki mandat untuk memberikan pelayanan langsung tanggap darurat untuk bencana alam dan konflik kepada para korbannya. Bertumpu pada mandat tersebut, pelayanan PMI difokuskan terhadap dampak kemanusiaan yang timbul sebagai akibat dari bencana. Dengan kecenderungan meningkatnya frekuensi bencana sebagai dampak dari perubahan iklim, PMI tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan upaya adaptasi perubahan iklim dengan menyiapkan diri dan masyarakat dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim tersebut. Dalam rangka mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dalam pelayanannya.

Strategi PMI dalam mengurangi risiko dan dampak bencana melalui upaya adaptasi perubahan iklim melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) melakukan advokasi, penyadaran dan orientasi mengenai adaptasi perubahan iklim, (2) mengembangkan strategi, pendekatan dan alat mengenai adaptasi perubahan iklim, (3) mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dalam managemen bencana dan program berbasis masyarakat. (3) mempromosikan adaptasi perubahan iklim melalui kesiapsiagaan bencana dan perilaku kesehatan Mengintegrasikan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Program PERTAMA.

Baca Selanjutnya: Keterlibatan Palang Merah Indonesia dalam Perubahan Iklim

 

PMI dalam Pengurangan Risiko Dampak Bencana

PMI dalam Mengurangi Risiko Dampak Bencana telah melaksanakan Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) sejak tahun 2002 di 13 provinsi yaitu di Lampung, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara. Program PERTAMA merupakan program berbasis masyarakat yang mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk menyiagakan diri dalam mengurangi risiko dan dampak bencana yang terjadi di lingkungannya. Tahapan Program PERTAMA Secara kronologis, Program PERTAMA dimulai dengan seleksi area. Daerah yang dipilih adalah yang dinilai paling rawan bencana dan adanya komitmen dari masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan sumber dayanya. Selanjutnya PMI bersama masyarakat melakukan VCA (Vulnerability and Capacity Assessment) atau Kajian Kerentanan dan Kapasitas dengan menggunakan alat PRA (Participatory Rural Appraisal). Survei dasar (baseline) dan PSK (Pengetahuan, Sikap, dan Ketrampilan) menjadi tahap berikutnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat di lokasi-lokasi Program PERTAMA akan dilaksanakan.

Baca Selanjutnya: PMI dalam Pengurangan Risiko Dampak Bencana

Pemulihan Hubungan Keluarga (RFL)

Sesuai mandat konvensi Jenewa, TMS (Tracing and Mailing Services) ; salah satu pelayanan kemanusiaan PMI yang eksis sejak tahun 1975, mengalami perubahan nama menjadi RFL (Restoring Family Links). PMI adalah satu-satunya perhimpunan nasional di Indonesia yang menggunakan istilah TMS untuk memberikan pelayanan pencarian orang hilang akibat bencana maupun konflik, termasuk di antaranya kasus adopsi. Kemudian, Palang Merah Internasional (ICRC) merekomendasikan nama tersebut diganti. PMI sepakat dan resmi mengubah nama TMS menjadi RFL melalui SK no.5582 bulan November 2006, yang kemudian dikirimkan serentak ke seluruh PMI Daerah dan Cabang seluruh Indonesia. Sesungguhnya, tidak ada perubahan signifikan seiring pergantian nama tersebut.

Baca Selanjutnya: Pemulihan Hubungan Keluarga (RFL)

 

Keikutsertaan PMI mencegah Pandemi Flu Burung

Kampanye menghadapi Pandemi Flu Burung Sejak virus flu burung tipe H5N1 menyerang manusia tahun 1997 di Hong Kong, penyebaran virus begitu cepat dan korban pun berjatuhan. Data per 1 November 2005 menunjukkan Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam sebagai negara yang memiliki jumlah terbesar pasien yang diduga terinfeksi flu burung di dunia. Sebagai organisasi kemanusiaan yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, PMI turut serta membantu Pemerintah menanggulangi flu burung. Lima hari setelah flu burung dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, pada 24 September 2005, Ketua Umum PMI mencanangkan keikutsertaan PMI dengan melancarkan strategi public awareness, strategi pencegahan penularan oleh unggas, dan membantu dalam strategi surveillance.

Baca Selanjutnya: Keikutsertaan PMI mencegah Pandemi Flu Burung

Pelayanan Ambulans PMI

Sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan, PMI berkomitmen melaksanakan kegiatan di bidang sosial kemanusiaan dengan partisipasi masyarakat relawan sebagai kekuatan organisasi, dan mempunyai kemampuan menanggulangi penderita kecelakaan dan darurat kesehatan, serta membantu mengevakuasinya ke fasilitas kesehatan yang ada. PMI senantiasa mengembangkan kerjasama dengan mitra kerja, baik yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan seperti puskesmas, balai pengobatan, poliklinik, rumah sakit, maupun penyelenggara pelayanan ambulans lainnya. Pelayanan Ambulans adalah salah satu pelayanan kemanusiaan PMI. Banyak PMI Cabang ingin memiliki fasilitas penunjang keselamatan itu sebagai bentuk pelayanan darurat di bidang kesehatan, jika penderita memerlukan transportasi segera untuk rujukan dari sekitar Markas PMI atau Pos Ambulans PMI, serta digunakan saat aktivitas penanggulangan bencana.

Baca Selanjutnya: Pelayanan Ambulans PMI

 

Pembinaan PMR

PMR ; Relawan Masa Depan

Pembinaan PMR Pembinaan Palang Merah remaja Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut anggota PMR. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Baca Selanjutnya: Pembinaan PMR

Peningkatan Kualitas Sumber Daya melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi

Sumber Daya Manusia (SDM) profesional adalah salah satu kunci keberhasilan Pelayanan Kemanusiaan PMI. Upaya peningkatan profesionalisme SDM dilakukan melalui pelatihan di seluruh jajaran PMI, mulai dari tingkat Pusat hingga Ranting.

 

Pelatihan di PMI meliputi bidang teknis, manajemen, serta pelatihan bidang PMR dan Relawan. Pengendalian mutu hasil pelatihan distandarisasi melalui sertifikat yang dikeluarkan PMI di seluruh jajaran (Pusat, Daerah, maupun Cabang).

 

Standarisasi tersebut akan membuat klasifikasi pelatih sesuai dengan bidang kompetensi yang dimilikinya, dan pemegang sertifikat terhindar dari sebutan Pelatih Pusat, Pelatih Daerah, ataupun Pelatih Cabang. Selain sertifikat, standarisasi juga dilakukan terhadap komponen utama pelatihan, yaitu kurikulum.

Baca Selanjutnya: Peningkatan Kualitas Sumber Daya melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi

 

Halaman 1 dari 2

«AwalSebelumnya12SelanjutnyaAkhir»

Hubungi Kami...

Markas KSR PMI UNHAS

Gedung PKM I Lt. 2 UNHAS Jl. P. Kemerdekaan Km. 10 Makassar 90245 Telp. 0411-2466640 Email. markas@ksrpmiunhas.or.id

facebook

twitter

feed

DONASI

Donasi KSR PMI UNHAS
Noi Siamo Tutty Fratelli....
Bank BNI 46 Cab. UNHAS Makassar
No. rek. 0136734992
a.n Sri Wahyuni
(Bendahara KSR PMI UNHAS)
Donasi Melalui SMS *811#
Bersama untuk kemanusian di era digital, mari berdonasi melalui layanan sms. Untuk para pengguna Telkomsel, silahkan ketik *811#, pilih PMI (2), lalu ikuti petunjuk selanjutnya.

Sponsor

© 2010 – KSR PMI UNHAS